Cerita Tentang Masa Sekolah
Hai. Balik lagi sama aku. Perempuan yang suka bercerita disebuah tulisannya. Kali ini, aku akan menulis masa-masa sekolahku dulu, masa dimana aku masih mencari jati diriku. Aku yang katanya si ambis, disatukan dengan teman-teman yang ternyata sama ambisnya. Mereka pintar, cerdas dan baik. Aku bersyukur bisa mengenal mereka, mereka adalah pembelajaran dan pengalamanku dimasa sekarang. Ini bukan bercerita tentang pertemanan namun pertemuan. Berbagai sifat dan karakter tumbuh bersamaan di sekolahan ini, iya SMKN 2 Karawang. Sekolah yang menaungi para kaum hawa, kaum adam nya sedikit gais hehe. Tapi terlepas dari itu kami adalah sekolah unggulan SMK ke dua setelah sekolah pertamanya yang dominan kaum adam (kebalikannya ya hahaha).
Pertemuan ini sangat berkesan, banyak cerita sedih, bahagia dan juga menjengkelkan. Mungkin terasa klise jika diceritakan dimasa sekarang. Tapi teruntuk kalian yang sudah menempuh jalannya masing-masing terima kasih sudah pernah mengenal satu sama lain. Dulu kita tak searah memang, banyak ego yang di pendam, banyak rasa suka yang selalu menjadi selisih paham, tapi tahukan kalian itu semua adalah proses sampai menjadinya kita yang sekarang. Kita tidak tahu siapa akan menolong siapa, tapi dengan adanya pertemuan yang sudah pernah kita realisasikan ini menjadi ladang kita untuk saling bertukar sapa ketika bertemu. Lupakan masa lalu, maafkan semua kesalahan, dan belajar untuk saling karena setiap individu pasti saling membutuhkan.
Tak lepas dari pertemuanku dengan teman-teman sekelasku pada saat itu, mungkin karena ada hal yang membuatku merasa tidak nyaman, jadi aku beralih ke teman organisasiku ya. Yaps mereka adalah teman OSIS, Ekstrakulikuler, dan Kepanitiaan. Mengenal mereka juga salah satu pengalamanku semasa sekolah yang luar biasa, kenapa?
Karena mereka aku mengenal jauh apa itu organisasi, banyak belajar bersama untuk memimpin, menyikapi setiap orang yang bertemu denganku dan masih banyak lagi. Aku bersyukur bisa mengenal mereka, dan fun fact nya adalah aku bisa kenal sama temen-temen yang ada di foto keduaku ini ya karena aku salah satu Ketua di Ekstrakulikuler SMK 2 Karawang ini. Banyak kejutan yang tak terduga sih sebenernya. Ketua? yaps akupun pernah ada di posisi ini suatu hal yang mengejutkan, ko bisa ul? bisa dong, seorang Aulia dikenal dengan sikap cuek dan tidak terlalu peduli sekitar, tapi pada akhirnya si kaka kelas ini memilih aku untuk memimpin ekskul ini. Wahh pengalaman baru lagi dong? ya jelas.
Berbicara seorang ketua, awal tahun menjadi siswa baru, ditahun 2017 aku dipercayai menjabat menjadi seorang Ketua Angkatan Seni Tari periode 2017-2018 saat itu. Seiring berjalanna waktu aku banyak belajar tentang bagaimana menjadi seorang ketua yang baik, yang mampu mengkoordinasi teman-temannya, tapi kadang masih suka acuh gak acuh sih (jangan ditiru ya temen-temen, gabaik hehe). Setelah itu pada tahun 2018-2019 aku dipercayai menjadi Ketua Umum Bidang Kesenian. Bersyukur ga? sekarang bersyukur banget dulu pernah ada diposisi itu, tapi dulu aku sempat insecure gais, sempet mikir "ko harus gua si? kenapa gua? mereka jauh lebih jago dan lebih pinter dari gua, gua punya apa sih?" Well, setelah itu gua sadar, apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap rendah hati itu kuncinya. Karena segimanapun aku sudah pernah menjabatnya, tetap belajar itu penting, dan selalu berbagi pengalaman dengan orang orang yang ingin tau tentang hal itu.
Perjuanganku saat itu sangatlah epic, dimana aku belum tau arti dewasa seperti apa, selisih paham antar teman, ambis mementingkan nilai untuk melanjutkan pendidikan, ditambah mentalku yang saat itu masih lemah. Wahhh pokoknya luar biasa deh, pertemanan hancur, pendidikan drop, nilai menurun, tapi tetap harus kiyowo (bener gak si tulisannya hahah) karena menjabat jadi Ketua Umum, terus ngelantik 2 periode sekaligus saat itu, keadaan dirumah saat itu ibuku lagi ngurus adik kecil. Berasa banget jadi anak pertama perempuan yang harus kuat disegala hal.
Sampai akhirnya aku memaknai setiap pertemuan yang berakhir perpisahan. Banyak cerita yang tak tersurat dalam tulisan ini memang, namun banyak hal yang sudah aku lalui semasa sekolahku, aku bersyukur bisa mengenal mereka, terlepas dari beberapa selisih paham yang pernah kita alami. Semoga kita semua sudah mampu berdamai dengan diri sendiri ya, bisa menerima kesalahan diri sendiri, dan memaafkannya tanpa menghakimi dii sendiri. Semua cerita ini aku tulis hanya untuk mengenang semasa sekolahku dulu, semoga bisa diambil hikmahnya ya. Percayalah setiap manusia pasti butuh manusia lagi. Terima kasih sudah mau mengenal seorang Aulia, maaf jika selama ini kalimat itu tidak pernah terucap olehku. Tidak ada benci atau dendam, bahkan aku tidak pernah merasakan hal itu, hanya saja dulu kita semua terlalu childish untuk menyikap setiap sifat dan karakter, jadi ya gitu deh ya hahaha.
Kayanya cerita pertamaku aku sudahi dulu ya temen-temen. Next nya aku akan cerita apalagi stay tune aja ya. Banyak kisah dan pengalaman yang ingin aku bagi ke kalian. Semoga kalian tidak bosan membaca cerita randomnya seorang Aulia ini ya. Dia suka bercerita, tapi harus ditanya dulu, hihi. Oiya gais, foto yang sekelas aku gak ada deh, kalo yang punya kirim ya. Nanti ku ganti, soalnya bukan yang itu, gak ada cowonya kalo yang itu, hmm sorry ya. Maafkan segala typo yang bertebaran ya, hihi.
Best Regards
Aulia






Komentar
Posting Komentar